Opini

Vaksinisasi: Harapan Menuju Indonesia Maju

Hampir setahun  ini  dunia dirundung pilu terkait munculnya virus Covid-19 yang pada pertengahan Maret lalu baru saja ditetapkan WHO sebagai pandemik global. secara pengertiannya pandemic menurut WHO merupakan sebuah fenomena penyakit yang tingkat penyebarannya sudah meluas ke banyak orang di beberapa negara dalam waktu yang bersamaan.

Lalu semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada Maret 2019 silam, menjadi titik awal sesungguhnya ujian mengenai ketahanan nasional suatu negara dalam menghadapi pandemic ini. Dimana banyaknya negara negara yang sudah mulai kelimpungan karena Covid-19. Sehingga  Pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia harus berputar otak agar bisa menyelesaikan permasalahan ini.    Berbagai kebijakan sudah ditempuh oleh Pemerintah Pusat dengan mengkoordinasi kepada pemerintah daerah dalam mengatasi pandemik ini, mulai dari seruan untuk pola hidup sehat, mengkampanye gerakan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan pakai Sabun dan air Mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi) sebagai bagian dari memutus mata rantai persebaran virus dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun pada tiap harinya jumlah kasus terus meningkat, bahkan saat ini sudah ada 1 juta orang lebih yang terinfeksi virus, dengan 873.221 yang berhasil sembuh dan jumlah kematiannya sebesar 29.998 jiwa.

Namun ditengah gelapnya dunia akibat adanya virus tersebut, ada setitik cahaya yang meneranginya dengan kehadiran vaksin sebagai solusi untuk menghentikan pandemic ini agar semuanya bisa berjalan dengan normal. Dimana fungsi utama dari vaksinasi Covid-19 adalah untuk mencegah seseorang menjadi sakit karena Covid-19, dengan membentuk kekebalan tubuh pada setiap manusia. Sehingga berbagai macam upaya dilakukan oleh pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 73 Triliun. Baik vaksin yang didatangkan dari luar, maupun vaksin buatan dalam negeri (merah putih) yang saat ini sudah siap untuk memasuki tahap uji klinis pada pertengahan 2021 nanti. Dan Pemerintah sudah melakukan tahap vaksinasi secara serentak yang dimulai pada 13 Januari silam, diawali dengan Presiden Joko Widodo yang pertama kali disuntik vaksin sebagai titik awal proses vaksinasi dimulai.

Akan tetapi disaat ikhtiar pemerintah yang sedang giat melakukan proses vaksinasi. Dengan adanya vaksin ini harapan dan optimisme masyarakat untuk kembali bangkit dari keterpurukan akibat dari pandemic covid-19 ini. Namun kehadiran vaksinasi ini juga berpotensi besar disalahgunakan menjadi lading disinformasi dan misinformasi. Seperti ujaran kebencian mengenai vaksin yang didatangkan dari Tiongkok ini tidak halal dan mengandung kandungan babi, bisa menggangu kesehatan seperti kecacatan, kerusakan organ tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian. Padahal pemerintah sudah melibatkan BPOM dan MUI untuk pengujiannya agar vaksin tersebut bisa terjamin keamanan dan kehalalannya.

Oleh karena itu sudah saatnya kita memaksimalkan segenap komponen yang dimiliki bangsa ini untuk melawan Covid-19. Dengan cara melibatkan seluruh komponen ketahanan nasionalnya. Sesuai dengan amanat Pancasila yang termaktub di dalam sila ke tiga, yakni persatuan Indonesia. Dan inilah yang tidak dimiliki oleh negara lain, yakni semangat gotong royong. Sehingga perlu adanya kerjasama antara elemen masyarakat untuk saling memiliki rasa kebersamaan dengan tidak melakukan upaya provokatif mengenai hadirnya vaksin di Indonesia. Dan kekuatan civil society yang dimiliki bangsa Indonesia adalah modal awal untuk melakukan kampanye mengenai pentingnya vaksin untuk melawan covid-19. Karena dalam melawan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Melainkan semua elemen kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *