News

Pro kontra ditahannya Imam Besar Habib Rizieq Shihab: DEMA UIN Raden Fatah Ikut Bersuara

Ditengah Pandemi ini Indonesia Negeri yang kita cintai mengalami ujian yang sangat berat, disatu sisi negara harus berperan aktif menyelamatkan warga negara agar terhindar dari ancaman Covid-19 yang sangat berbahaya  namun disisi lain Negara Indonesia harus berupaya keras memulihkan ekonomi agar tidak berakibat resesi karena dalam waktu yang cukup singkat Indonesia menembus lebih dari 3 juta orang pengangguran.

Beberapa waktu yang lalu kita sempat dihebohkan dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab yang setelah hampir 3 tahun di Saudi Arabia. Dimana semenjak kepulangannya tersebut menimbulkan persoalan, karena telah menciptakan kerumunan yang sangat besar mulai dari membludaknya massa yang ikut mengawal kepulangan HRS di bandara, acara pernikahan putrinya hingga
pengajian di Mega Mendung Bogor. dari rentetan peristiwa tersebut menyebabkan HRS harus terlibat dalam kasus persoalan hukum, dan kini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Dimana ketika Ditetapkannya HRS sebagai tersangka, lantas  menimbulkan respon  beragam  dari masyarakat, terutama dari kalangan Mahasiswa, salah satunya adalah Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Satria Prima.

Menurut Pria yang kuliah di Ilmu Politik UIN Raden Fatah ini, memberikan tanggapan bahwa terkait isu yang tengah hangat jadi perbincangan publik tersebut. Bahwa dalam perspektif hukum, Setuju bila  HRS diproses. karena
“Dalam rangka menertibkan masyarakat agar Pemerintah  dapat menuntaskan permasalahan Covid-19  harus tegas dalam mengambil tindakan terkait adanya kerumunan massa yang berpotensi mengakibatkan cluster baru” Ujar satria. tak terkecuali HRS sekalipun.

Apapun tindakan yang dilakukan jika itu untuk kemaslahatan ummat seperti penegakan hukum, protokol kesehatan dll, tentu kita harus dukung dan support penuh akan hal itu namun jika sebaliknya merugikan khalayak kita harus tegas menolak.

Lanjut Satria menyampaikan saat dihubungi via telpon sebagai seorang Mahasiswa yang dikenal Agen of change dan Agen of Moderasi Beragama tentunya saya sangat apresiasi tindakan yang dilakukan oleh beberapa pecinta Imam Besar Habib Rizieq yang melakukan aksi pembelaan terhadap beliau, namun saya sangat menyayangkan dalam aksi tersebut ada beberapa oknum yang menyerbu Mapolres Ciamis.

Satria sangat menyayangkan kenapa peristiwa tersebut  bisa terjadi. karena bukanlah langkah yang dibenarkan. selain itu kasus serupa bukan hanya satu kali saja terjadi, sebelumnya juga pernah terjadi ketika rumah ibunda Menkopolhukam diserbu oleh massa dari kelompok yang sama pula.

Menurutnya, meskipun  kita sebagai warga Negara dijamin kebebasan dalam UUD 1945 untuk memyampaikan pendapat dimanapun baik dimuka umum, namun bukan berarti kita semena-mena apalagi sampai harus mendatangi Mapolres dengan mengerahkan massa yang pada akhirnya menciptakan kerumunan yang sangat tidak dianjurkan dalam masa Pandemi seperti ini. tentu itu bukanlah langkah yang sangat bijak, apalagi sampai ada anak muda yang terlibat dalam kerumunan tersebut.

“Lebih baik lagi jika anak generasi muda saat ini fokus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat, khususnya dalam masa Pandemi Covid-19. Perlu pengawasan ekstra dari semua elemen bangsa. agar kasus seperti korupsi dana bansos tidak terulang kembali”.ujarnya.

Perihal kasus HRS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, mari kita sama sama hargai proses hukum yang sedang berlangsung. pastinya aparat kepolisian akan bekerja semaksimal mungkin khususnya  dalam penegakan hukum. jikalau memang HRS tidak bersalah, bisa dibuktikan dalam persidangan,  tidak perlu melakukan tekanan sana sini  dengan melakukan pengerahan massa yang pada akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Lalu dalam menghadapi situasi Pandemi saat ini,  yang kita butuhkan adalah menjaga solidaritas antar elemen bangsa agar Indonesia bisa segera lolos dari ujian Pandemi yang sudah hampir setahun berlangsung”. tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *