Nasional

Ekonomi Indonesia Pasca Terpilih Biden-Haris

(Mochammad Chabibi Syafi’uddin, Mahasiswa Pascasarjana Kajian Stratejik Intelijen, Universitas Indonesia)

Kondisi Ekonomi Indonesia Ketika Joe biden-Kamala Harris Menjadi Presiden Amerika Serikat
Pesta demokrasi di Negara Super power Amerika Serikat ( AS ) yang di Menangkan Joe Biden-Kamala Haris pada pilpres 3 November 2020 kemarin tentu punya pengaruh yang sangat besar dalam dinamika Ekonomi internasional dan Indonesia. Dalam debat yang disampaikan kedua kandidat yakni Joe Biden-Kamalla Haris dan Donald Trump-Mike Pence memiliki visi misi ekonomi global yang berbeda.

Biden bilang, gagasan hubungan politik Internasional yang dibawa oleh Biden akan berdampak baik pada hubungan multilateral negara-negara dunia, pasalnya Biden ingin Amerika Serikat ingin kembali ke WTO dan hubungan kerja sama dengan negara negara berkembang. Hal itu sangat berbeda dengan pendapat yang di sampaikan Trump selaku petahana untuk terus menjalankan rencana rencana strategis membatasi secara ketat Negera Adikuasa Amerika Serikat dan mempersempit hubungan dan kerja sama dengan negara lain, ini menunjukan superrior seorang pemimpin yang tidak bisa ditandingi.

Cita cita kedua paslon tersebut berbeda, satu probilateral, dan yang satu realis bahkan bisa di katakan otoritarianisme. Hal itu sudah bisa di nilai ketika Trump menjabat selama 4 tahun terakir ini, yang begitu arogan berpendapat dan mengambil kebijakan publik di kancah internasional. Seperti contoh dia mengklaim China yang menciptakan virus corona. Beda dengan Biden ingin memperluas hubungan dengan negara manapun terkait ekonomi kususnya membuka peluang terkait kerja sama. Intinya simbiosis mutualisme menjadi jalan tengah untuk meningkatkan perekonomian suatu negara.

Lalu Bagaimana Dampak Perdagangan dan Ekonomi di indonesia?

Kondisi Ekonomi ketika Biden menjadi Presiden di negeri Paman sam memberikan angin segar dan bisa juga kurang menguntungkan untuk indonesia. Pasalnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China selama pemerintahan Donald Trump akan di rekonsiliasi oleh Biden, karena hal ini di dasari oleh ciri khas Partai Demokrat yang selalu menyuarakan HAM, Demokrasi, Perubahan Iklim , kesehatan dan Perekonomian menjadi judul untuk melakukan ekpansi di berbagai negara.

Pola perdamain dengan setiap negara menjadi penting untuk menjaga hubungan multilateral khususnya dengan indonesia. Mengingat Indonesia menjadi negara terbesar di ASEAN membuka peluang startegis untuk menaikan perekonomian di tengah tengah pandemi yang tidak tau kapan berakirnya.Mengingat hari ini indonesia mengalami Resesi pada kwartal tiga, maka harus diciptakan solusi terbaik untuk memulihkan perekonomian di indonesia.

Hal itu harus di respon cepat kiranya dapat dimanfaatkan Indonesia dalam mengimplementasikan diversifikasi mitra dagang nasional yang selama pemerintahan Presiden Jokowi kedua ini lebih cenderung ke China. Memperjelas partner dalam melakukan pengutan ekonomi di rasa sangat perlu untuk menghindari kecenderungan terhadap China. Resiko penguatan hubungan kerja dengan china pasti ada dampaknya, seperti contoh ketika China suatu saast melemah pasti inonesia juga terkena dampaknya.

Kedua terkait penggunaan mata uang China Yuan di transaksi perdagangan dan investasi juga sangat berdampak, karena mata uang Yuan sering didevaluasi oleh pemerintah Tiongkok sendiri. Selain itu posisi indonesia untuk Tiongkok kurang bisa di terima seratus persen, buktinya kedudukan indonesia di kancah Internasional belum di hitung juga oleh negara negara lain.

Yang kedua dampak negatif ketika Joe Biden presiden Amerika Serikat tentu banyak agenda yang menekankan terhadap defisit anggaran karena ini ciri khas partai Demokrat, biasanya pajak perusahaan besar dan orang orang kaya akan di naikkan juga hal itu bagus untuk Amerika Serikat terkait posisi strengthening dolar yang defisitnya turun, otomatif posisi rupiah akan melemah yang untung tetap Amerika. Meskipun Partai Demokrat biasanya lebih suka memberika insentif tapi cara mengembalikanya juga lumayan besar, very unfortunate.

Selain itu keinginan untuk ikut campur dalam pemerintahan pasti akan terasa mulai dari Politik Hukum Sosial Kesehatan Bahkan Ekonomi menjadi kunci penguasaan partai tersebut. Cara yang halus biar mudah di terima oleh negara negara lain menjadi cita cita Amerika Serikat untuk mengembalikan citranya agar mendapatkan dukungan penuh menjadi Supor power full . Hal ini bisa di lihat ketika kemarin Menteri luar Negeri AS Mike Pompeo datang ke indonesia untuk merebut ruang publik dan mengambil hati indonesia biar tidak cenderung ke China dengan Judul Laut China Selatan yang di anggap menjadi kunci jalur perdagangan Internasional

Lalu apakah Masih Ada Perusahaan Amerika di Indonesia?

Dan tidak bisa di pungkiri Terkait ekonomi Indonesia juga kena dampaknya, karena posisi indonesia hari ini masih belum bisa independen dalam hal perekonomian. Buktinya masih banyak perusahaan Amerika Serikat di inonesia antara lain :

  1. PT Freeport yang Sejak tahun 1967 sampai sekarang bisa di katakan sebagai mesin pengeruk kekayaan Amerika serikat, bayangkan pertahun perusahaan ini bisa menjual kurang lebih 1,02 juta ons (31,7 Ton) emas dan 3,7 miliar pon (1,9) tembaga. Dan inonesia hanya memiliki keuntungan 51 persen dari total semua.
  2. PT Coca cola masih menjadi konsumsi masyarakat indonesia ,Pasalnya perusahaan ini memang sudah mengusai pasar di kawan Asean bahkan dunia, tapi terkait dengan produksinya ada di inonesia . Hal itu di sebabkan karena banyaknya jumlah konsumen dan upah buruh yang minimum pihak Perusahaan tersebut memilih tempat produksi di indonesia dengan harga yang cukup murah di imbangi rasa yang enak sehingga masyrakat banyak yang pertahun mendapatkan laba 60,5 Triliun pertahun
  3. PT Cevron yang terletak di Riau sebelum merdeka tahun 1924 sudah melakukan pengeboran minyak, tambang dan gas merupakan perusahaan yang menginduk di Amerika Serikat, bayangakan perusahan ini memproduksi minyak terbanyak seindonesia dengan jumlah 2 milyar barel perhari
  4. PT Exxon Mobil yang bergerak di minyak dan Gas sudah sejak tahun 2001 beroperasi di Indonesia, hal ini di sebabkan karena berkurangya produksi minyak di daerah Siak, sehingga pemerintah Amerika Serikat Bekerja sama dengan pertamina mengebor sumber minyak yang per hari memproduksi 200.000 barel dan Gas mencapai 11,17 milyar kaki kubik perhari perhari.
    5 PT newmont merupakan tambang emas terbesar ke tiga di dunia setelah Barrick Gold dan Freeport-Mc Moran,perusahaan yang terletak di daerah Nusa Tenggara Timur juga. Perusahaan ini meskipun hari ini sudah begitu redup tapi tetap menghasilkan Emas pertahun sekitar 5-6 juta pon.
    Apa Langkah Pemerintah Selanjutnya terkait ekonomi?
    Keterbukaan terhadap kerja sama multilateral, Indonesia tetap akan berkutat pada persoalan utama. Salah satunya ialah kebijakan politik luar negeri yang cenderung lemah. “Jokowi tipe orang pragmatis dan akhirnya lebih banyak dipengaruhi oleh pembuat kebijakan luar negeri. Oleh sebab itu maka langkah Jokowi dalam mengembalikan Gerakan Non Blok seperti cita cita soekarno harus terwujudkan untuk kejayaan bangsa Indonesia. Walaupun kita akan mengalami keterpurukan tapi itu tidak selamanya. Ingat Bangsa ini besar akan sumber daya alam potensi Sumberdaya manusia, tinggal bagaimana pemerintah melakukan langkah langkah yang Independen , Mandiri dan tidak pragmatis. Karena Sejatinya kalau mau bergerak untuk menuju kejayaan Indonesia seperti Soekarno dulu masih bisa asalkan Pemerintah tidak hanya mementingkan kepentinganya sendiri yang lebih pragmatis melainkan Menjadi Seorang Negarawan yang Sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *