Artikel

Berkorban Demi Qurban

melaksanakan Qurban

Idul adha moment penting bagi umat islam. Tiap tahun merayakan hari kebaikan kebersamaan. Patungan 7 orang untuk 1 sapi. Begitu islam mengajarkan. Jika 1 sapi saja mampu sendirian, silakan. Lebih bagus. Jika sapi tak terpenuhi, domba atau kambing pun tak jadi soal. Sama-sama bernilai kebaikan.

Lebaran Qurban satu dari sekian perayaan yang mengasyikan. Betapa tidak, bagi orang yang berniat melaksanakan sudah jauh-jauh hari persiapan. Tak jarang mereka menabung puluhan tahun. Menyisihkan uang pangkal untuk amalan yang kekal. Menyiapkan amalan dahsyat untuk kehidupan yang lebih dahsyat. Berbagi ego dengan diri, istri dan sanak family.

Tak terkecuali bagi mereka yang dhuafa. Saban hari menitip kebaikan qurban disela-sela dompet lusuhnya. Himpitan ekonomi tak menyurutkan niat baiknya. Keringat kotornya menjadi saksi betapa hidup ini menenangkan dan menyenangkan bagi jiwa-jiwa yang siap berkorban demi Qurban. Hempasan debu meniup wajah yang kala ia seka semua debu itu melumuri senyum bahagianya. Dirinya sadar, semua anggota badan perlu ia korbankan demi qurban.

Kala pandemi yang terus menghantui, menjadi satu rintangan yang mesti dilalui. Energi positif itu terbentur keras dengan kenyataan dilapangan. Ekonomi merosot tajam, nilai tukar rupiah tak lagi mewah. Para pekerja kena PHK. Para abdi negara terpangkas oleh lembaganya. Mata pencaharian sulit dicari. Harga sepeda melambung tinggi dimasa puncak pandemi. Tapi tidak jadi soal untuk gaya hidup trendi. Tidak jadi masalah bagi mereka yang memiliki harta berlimpah. Sepeda yang dulu dipakai oleh kaum ‘kampungan’, kini menjadi barang jutaan bagi kaum perkotaan. Dunia memang seperti itu, tak selalu harus kita tiru.

Baca juga : Selamat Jalan Papi

Berkorban demi Qurban hanya bagi orang yang beriman, sekalipun dirinya tak berkecukupan.
Menyembelih untuk orang yang terpilih, bagi dirinya yang menolak kekayaan untuk kehidupan yang lebih menawan.
Berqurban bagi orang yang bertaqwa, dirinya sadar bahwa akhirat adalah tempat hidup yang lebih istimewa.
Taqwa menjadi tiket kebaikan, dirinya sadar hidup dan matinya berada ditangan Tuhan.

Kholid Barkah
Sabtu, 01 Agustus 2020 | Pukul 16.59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *